Ayam Bebek Brontak Kang hibban merupan sebuah bisnis waralaba (friendchise) yang bergerak di bidang kuliner. Makanan yang disajikan adalah olahan Bebek atau Ayam yang sangat pedas namun tidak dibakar, digoreng, ataupun di bacam.
Peluang Usaha ini diambil oleh Kepala Desa Tawangsari R. Sigit Susetya, SE untuk dibuka dikediamannya dengan nama Ayam Bebek Brontak "Lurahe" , tepatnya di Pedukuhan Janturan, Desa Tawangsari. Alasan dibukanya Rumah Makan ini karena Desa Tawangsari sebagai Desa Penyangga Bandara Yogyakarta Internasional Air Port. Tentu saja akan menjadi sebuah investasi untuk usaha beberapa tahun kedepan. Pangsa Pasar juga tidak akan susah ketika makanan yang disajikan. Tidak hanya makanan, Rumah Makan Lurahe juga menyediakan tempat untuk pertemuan kantor, reuni ataupun kegiatan lain yang bersifat komulatif serta menyediakan olahan berupa Jamu Godhok Tradisional.
Kepala Desa berkomitmen Rumah Makan yang dirintis bernuansa pedesaan, jauh dari kebisingan, tetap mementingkan kebersihan dan yang paling penting kepuasan pelanggan.
Kepala Desa Tawangsari berharap warganya juga bisa mengikuti jejaknya tentu saja sesuai dengan pemikiran dan inovasi dari masing-masing warga desa. Bisa berbentuk kerajinan tangan, makanan, jasa, dan sebagainya untuk meningkatkan perekonomian yang ada di Desa.