Kulon Progo – Pada Selasa (14/03/2023) bertempat di depan Komplek Bupati Kulon Progo berlansung nyadran Agung. Nyadran Agung dihadiri instansi pemerintah Kabupaten dari tingkat Kalurahan, Kapanewon dan dinas-dinas di Kabupaten Kulon Progo. Merupakan tradisi tahunan Kabupaten Kulon Progo yang sempat berhenti karena pandemi covid 19, dan pada tahun 2023 ini tradisi nyadran digelar dengan meriah dikomplek alun-alun Wates.
Acara nyadran merupakan acara yang sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Jawa, dilakukan pada bulan Sya’ban pada kalender Islam. Tradisi nyadran biasanya dilakukan dengan membersihkan makam para leluhur, berdoa, kemudian makan bersama diarea sekitar makam.
Dalam kalender Jawa, Bulan Ramadan disebut dengan Bulan Ruwah, sehingga Nyadran juga dikenal sebagai acara Ruwah. Dirangkum dari berbagai sumber, tradisi ini adalah hasil akulturasi budaya Jawa dengan Islam. Kata Nyadran berasal dari kata 'Sraddha' yang bermakna keyakinan (Sumber: panrb).
Pada acara Nyadran Agung yang diadakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Pemerintah Kalurahan Tawangsari mengirimkan perwakilannya sebanyak 10 orang dari unsur Pamong, dengan membawa “tenong” atau wadah makanan yang terbuat dari bambu yang berisi makanan berupa ingkung (ayam dengan bumbu santan), sayur urap, jajanan pasar, serta buah-buahan. Makanan yang sudah dibawa kemudian akan didoakan , setelah didoakan akan dimakan secara bersama-sama dengan peserta Nyadran Agung yang lain.
(TW)