Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. (Depkes.go.id)
Gerakan Cegah Stunting saat ini memang perlu dilakukan. Terutama di desa dimana masyarakatnya cenderung kurang memperhatikan asupan gizi untuk anak-anaknya. Kebanyakan masyarakat Desa mengira bahwa anak-anak yang penting kenyang dan tidak rewel.
Di Desa Tawangsari juga ikut andil dalam kegiatan cegah stunting. Hal itu didasari masih tingginya prosentase penderita stunting di Desa Tawangsari, yaitu sekitar 20% dari bayi yang lahir. Tentu saja hal ini menjadi salah satu keprihatinan Pemerintah Desa Tawangsari yang mana akses untuk mendapatkan makanan sehat tergolong mudah dari pada di daerah pegunungan sana. Dilihat dari sisi perekonomian pun untuk Desa Tawangsari masih tergolong baik, apalagi dengan adanya program keluarga harapan (PKH) dari pemerintah dimana untuk kebutuhan makanan pokok diberikan langsung untuk masyarakat.
Melalui APBDesa sebenarnya Tawangsari telah menyiapkan beberapa program untuk cegah stunting di Desa dalam Rembug Stunting beberapa waktu yang lalu, antara lain peningkatan Kader Sehat Desa, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu, Pengadaan Kegiatan Kelas Ibu Hamil dan Kelas Balita agar mereka memperoleh ilmu tentang asupan gizi mulai dari kehamilan - 1000 hari kehidupan.
Program dari Pemerintah Desa Tawangsari tersebut diharapkan mampu mengurangi atau setidaknya mencegah adanya penderita stunting di Desa Tawangsari. Tentu saja hal tersebut membutuhkan keterlibatan dari semua pihak, mulai dari keluarga, Lingkungan Masyarakat, Tokoh, dan Pemerintah di atasnya.