Kalurahan Tawangsari
Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo - 34
Administrator | 12 September 2019 | 335 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
12 September 2019
335 Kali Dibaca
Kulonprogo memasuki masa darurat kekeringan pada musim kemarau di tahun ini. Kekeringan melanda 21 desa tersebar di tujuh kecamatan yang berakibat 7.771 jiwa atau 4.008 kepala keluarga (KK) kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Ariadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Suhardiyana mengatakan wilayah yang dilanda kekeringan meluas. Ariadi mengatakan untuk penanganan warga di wilayah kekeringan, BPBD mengusulkan kepada bupati mengeluarkan Surat Keputusan (SK) menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan di Kulonprogo.
“Pemerintah perlu turun tangan untuk membantu warga yang kesulitan air bersih. Persediaan air bersih mulai menipis tetapi warga yang meminta bantuan masih tinggi,” ujar Ariadi di ruang kerjanya.
Suhardiyana menjelaskan prakiraan Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi Agustus -September 2019 puncak musim kemarau. Pada akhir Oktober diperkirakan baru terjadi hujan merata di wilayah Kulonprogo.
Sedangkan dari hasil pemantauan di lapangan wilayah kekeringan melanda 21 desa tersebar di tujuh kecamatan. Masyarakat di wilayah kekeringan yang meminta bantuan air bersih mencapai 4.008 KK atau 7.771 jiwa.
“Selama ini pemberian bantuan air bersih ditangani secara sektoral. Laporan terakhir persediaan bantuan air bersih di Dinsos DIY telah habis dan bantuan dari donatur juga sudah menipis,” ujarnya.
Sebelumnya Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana, Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (P3A) Kulonprogo, Sumiyati menjelaskan persediaan bantuan air bersih hingga akhir Agustus 2019 tinggal sekitar 56 tangki. Menurutnya, bantuan tersebut berasal dari pihak ketiga atau para donatur.
Bantuan dari Dinas DIY sebanyak 180 tangki telah habis didistribusikan untuk masyarakat di wilayah Kulonprogo. “Hingga saat ini belum menerima laporan dari Tagana yang mendistribusikan bantuan dari pihak donatur,” tutur Sumiyati. (Ras)
Sumber : https://krjogja.com/web/news/read/109419/21_Desa_di_Kulonprogo_Dilanda_Kekeringan
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
2275
Populasi
2156
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
4431
2275
Laki-laki
2156
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
4431
TOTAL
Aparatur Kalurahan
Lurah
TUPAR
Carik
TRI SULISTIYO, S. Kom
Panata Laksana sarta Pangripta
RUDIYANTA, SH
Danarta
RR. RETNO PRASTIWININGRUM.. SE
Kamituwa
KARTINI DWI SUSILOWATI, S.TP., M.Sc
Ulu-ulu
ROHMAT ARIFIN
Dukuh Janturan
MARYOTO
Dukuh Menggungan
SUPANGAT
Dukuh Soropadan
SUMARDI
Dukuh Garang
PRABOWO
Dukuh Tegal Perang
RIZKA WARID HARDYANTO
Dukuh Kopok Wetan
MUJIMAN
Dukuh Kopok Kidul
SAMBADI
Dukuh Kopok Kulon
HERU PARSETIYO
Dukuh Bujidan
TRIYANA
Dukuh Jombokan
ADI NUR ASTONO, S.Pd
Dukuh Soronanggan
RINI KUSUMA WARTI
Dukuh Siluwok Lor
GREIS HANANTO
Dukuh Siluwok Kidul
GIYO SUPRIYATNO
Kalurahan Tawangsari
Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, 34
Hubungi Perangkat Kalurahan untuk mendapatkan PIN
Masuk
Galeri Video
PETA JALAN 3D
Presensi Pamong
Arsip Artikel

232 Kali
Berkas Masuk Peserta Penjaringan dan Penyaringan Jagabaya
176 Kali
Penjaringan dan Penyaringan Pamong Jagabaya Kalurahan Tawangsari
75 Kali
Wujudkan Transparansi, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tawangsari Gelar RAT Tahun 2025
177 Kali
Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa 2026
1.042 Kali
Era Baru Tata Kelola Desa: PP Nomor 16 Tahun 2026 Resmi Berlaku, Kesejahteraan Perangkat Desa Jadi Sorotan
99 Kali
Duka Dua Provinsi: Ketika Aceh dan Sumatera Utara Diterjang Bencana Hidrometeorologi
82 Kali
Sultan Jogja Tegaskan Tidak Menjual Lahan untuk Proyek Tol
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 2,101 |
| Kemarin | : | 3,689 |
| Total | : | 174,607 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 192.168.64.23 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Kirim Komentar