Kalurahan Tawangsari
Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo - 34
Administrator | 17 September 2019 | 388 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
17 September 2019
388 Kali Dibaca
Ketut Manda melangkah cepat, kaki kiri dan kanannya terus melaju seakan tak menghiraukan panas terik sinar matahari.
Siang itu, ia bergegas menuju tempat kerjanya di Timbis Paragliding di Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali. Ia harus berkejaran dengan waktu karena siang hari ialah waktu yang bagus untuk wisata paralayang, di saat arah angin optimal.
Sejumlah wisatawan tentunya sudah menanti kedatangan instruktur senior sekaligus manajer di tempat wisata paralayang itu.
Pria yang sudah 24 tahun menekuni paralayang tersebut mengatakan sebagian besar wisatawan asing itu berasal dari Tiongkok, Australia, Singapura, dan sejumlah negara di Eropa.
Desa Kutuh yang dahulu sepi dan jarang terjamah orang luar itu kini memang setiap hari didatangi wisatawan.
Desa yang berdiri secara definitif pada 2002 itu bisa dibilang sebagai desa baru di Pulau Dewata. Namun, dengan kemandirian dan pemberdayaan masyarakat lokal, desa berpenduduk 4.170 jiwa itu berhasil mengelola kemandirian dan kesejahteraan warganya.
Kepala Desa Adat Kutuh I Made Wena menjelaskan wisata paralayang merupakan satu dari 11 lini bisnis, termasuk tiga di antaranya unit layanan yang dikelola masyarakat Desa Adat Kutuh melalui Bagha Utsaha Manunggal Desa Adat (BUMDA).
Bisnis tersebut yakni simpan pinjam Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang kini memiliki nilai aset sebesar Rp125 miliar. Padahal ketika dibentuk pada 1998, modalnya hanya Rp13 juta. Bisnis terus diputar untuk mengembangkan lini bisnis lainnya.
Lini bisnis itu ialah objek wisata Pantai Pandawa, Gunung Payung Cultural Park, atraksi seni dan budaya, serta produksi barang jasa seperti air mineral.
Selain bisnis, BUMDA juga mengelola layanan kesehatan dan asuransi bagi pengunjung, layanan keamanan desa adat, hingga wisata edukasi.
Wena mengungkapkan total laba bersih BUMDA pada 2018 mencapai Rp14,5 miliar dari total pendapatan sekitar Rp50 miliar. LPD, wisata Pantai Pandawa, dan paralayang merupakan tiga besar kontributor pendapatan desa adat. Sekitar 60% pendapatan disumbangkan sendiri oleh wisata Pantai Pandawa.
Kepala Desa Adat Kutuh Made Wena mengatakan membangun desa tidak bisa dilakukan sendiri. Ia juga tidak bisa menggunakan cara lama yakni hanya berpangku tangan menunggu bantuan pemerintah.
Untuk itu, kerja sama digencarkan mulai dari kalangan kampus, pelaku bisnis perjalanan wisata, hingga korporasi seperti perbankan.
Perkembangan pesat Desa Kutuh mendapat perhatian sejumlah pihak, termasuk perbankan yang ingin terlibat memajukan desa melalui semangat membangun negeri.
Salah satunya ialah Bank Mandiri, yang ingin mengembangkan agen digital bank dengan menyasar pelaku usaha kecil di desa-desa. (Ilham Ramadhan Avisena/Ant/E-3)
Sumber : https://mediaindonesia.com/read/detail/259818-desa-kutuh-mandiri-dengan-menjadi-desa-wisata
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
2275
Populasi
2156
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
4431
2275
Laki-laki
2156
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
4431
TOTAL
Aparatur Kalurahan
Lurah
TUPAR
Carik
TRI SULISTIYO, S. Kom
Panata Laksana sarta Pangripta
RUDIYANTA, SH
Danarta
RR. RETNO PRASTIWININGRUM.. SE
Kamituwa
KARTINI DWI SUSILOWATI, S.TP., M.Sc
Ulu-ulu
ROHMAT ARIFIN
Dukuh Janturan
MARYOTO
Dukuh Menggungan
SUPANGAT
Dukuh Soropadan
SUMARDI
Dukuh Garang
PRABOWO
Dukuh Tegal Perang
RIZKA WARID HARDYANTO
Dukuh Kopok Wetan
MUJIMAN
Dukuh Kopok Kidul
SAMBADI
Dukuh Kopok Kulon
HERU PARSETIYO
Dukuh Bujidan
TRIYANA
Dukuh Jombokan
ADI NUR ASTONO, S.Pd
Dukuh Soronanggan
RINI KUSUMA WARTI
Dukuh Siluwok Lor
GREIS HANANTO
Dukuh Siluwok Kidul
GIYO SUPRIYATNO
Kalurahan Tawangsari
Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, 34
Hubungi Perangkat Kalurahan untuk mendapatkan PIN
Masuk
Galeri Video
PETA JALAN 3D
Presensi Pamong
Arsip Artikel

236 Kali
Berkas Masuk Peserta Penjaringan dan Penyaringan Jagabaya
176 Kali
Penjaringan dan Penyaringan Pamong Jagabaya Kalurahan Tawangsari
76 Kali
Wujudkan Transparansi, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tawangsari Gelar RAT Tahun 2025
178 Kali
Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa 2026
1.045 Kali
Era Baru Tata Kelola Desa: PP Nomor 16 Tahun 2026 Resmi Berlaku, Kesejahteraan Perangkat Desa Jadi Sorotan
100 Kali
Duka Dua Provinsi: Ketika Aceh dan Sumatera Utara Diterjang Bencana Hidrometeorologi
82 Kali
Sultan Jogja Tegaskan Tidak Menjual Lahan untuk Proyek Tol
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 2,552 |
| Kemarin | : | 3,689 |
| Total | : | 175,058 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 192.168.64.23 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Kirim Komentar