Kalurahan Tawangsari
Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo - 34
Administrator | 17 Oktober 2019 | 535 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
17 Oktober 2019
535 Kali Dibaca
Setelah wafatnya Dhalang Wayang Kulit terkenal Ki Hadi Sugito, di Kulon Progo muncul dhalang-dhalang muda berbakat. Salah Satunya adalah Ki Guntoro Sugati kelahiran Seworan yang sekarang ber-KTP warga Tawangsari. Dalam Gelaran Menoreh Art Festival yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo Ki Guntoro dipercaya mengisi Pentas Wayang Kulit bersama 2 dhalang lainnya yang juga berasal dari Kulon Progo.
Konsep unik dan baru ditampilkan oleh ketiga dhalang. Karena biasanya mereka duduk sejajar bertiga. Namun pada kesempatan kali ini kelir yang ditampilkan bertingkat tiga ke atas. Tentu saja ini menarik perhatian warga kulon progo untuk menyaksikan pagelaran tersebut.
Mengusung lakon cerita Bima Bumbu atau Bima Bothok. Merupakan penokohan Sang Bima atau Bratasena dalam kisah Mahabarata. Patih Sengkuni sebelumnya merencanakan kematian para Pandawa di Bale Gala-gala yaitu dengan membuat tempat tinggal para pandawa dengan bahan yang mudah terbakar. Pada saat mereka terlelap patih sengkuni mengutus prajurit untuk membakar balai tempat tinggal para pandawa. Namun karen Sang Bima tanggap dengan keadaan langsung membawa 4 saudara serta Ibunya melewati bawah tanah untuk menghindari kobaran api. Setelah lolos dari bencana mereka kelaparan di tengah hutan,. Kemudian Sang Ibu Kunthi memerintahkan Bima untuk mencari makan untuk adik-adiknya. Tak lama di suatu daerah ada Seorang Resi yang bernama Wijrapa sedang sedih karena harus menyerahkan putranya sebagai tumbal untuk dimakan Prabu Baka sang Raksasa. Melihat kejadian itu Bima merasa kasihan dan memerintahkan anaknya untuk melumuri Bima dengan Bumbu Bothok. Setelah tiba di Kraton Ekacakra, Prabu Bakah senang melihat Bima yang pastinya memiliki daging yang banyak karena tubuhnya yang besar. Ternyata saat Bima digigit tidak satupun bagian tubuhnya tergores, sehingga Prabu Baka murka dan terjadi peperangan. Singkat cerita dengan Kuku Pancanaka Bima berhasil membunuh Baka yang kemudian memperoleh imbalan nasi tumpeng untuk diberikan kepada saudara dan ibunya.
Dikemas dengan apik oleh ketiga dhalang dengan iringan dari anak-anak Puspita Laras Kecamatan Samigaluh pagelaran berhasil menarik penonton untuk menikmatinya. Ketiga dhalang juga berharap Kulon Progo menetaskan kembali dhalang-dhalang berkualitas sehingga bisa berkibar seperti Ki Hadi Sugito waktu itu. Serta dalam menyambut Hari Wayang Dunia tanggal 07 November 2019 nanti mereka berharap di Kulon Progo juga ada pertunjungan wayang kulit di masing-masing kesempatan untuk memperingati Wayang sebagai Warisan Budaya Internasional yang diberikan UNESCO saat itu.
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
2275
Populasi
2156
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
4431
2275
Laki-laki
2156
Perempuan
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
4431
TOTAL
Aparatur Kalurahan
Lurah
TUPAR
Carik
TRI SULISTIYO, S. Kom
Panata Laksana sarta Pangripta
RUDIYANTA, SH
Danarta
RR. RETNO PRASTIWININGRUM.. SE
Kamituwa
KARTINI DWI SUSILOWATI, S.TP., M.Sc
Ulu-ulu
ROHMAT ARIFIN
Dukuh Janturan
MARYOTO
Dukuh Menggungan
SUPANGAT
Dukuh Soropadan
SUMARDI
Dukuh Garang
PRABOWO
Dukuh Tegal Perang
RIZKA WARID HARDYANTO
Dukuh Kopok Wetan
MUJIMAN
Dukuh Kopok Kidul
SAMBADI
Dukuh Kopok Kulon
HERU PARSETIYO
Dukuh Bujidan
TRIYANA
Dukuh Jombokan
ADI NUR ASTONO, S.Pd
Dukuh Soronanggan
RINI KUSUMA WARTI
Dukuh Siluwok Lor
GREIS HANANTO
Dukuh Siluwok Kidul
GIYO SUPRIYATNO
Kalurahan Tawangsari
Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, 34
Hubungi Perangkat Kalurahan untuk mendapatkan PIN
Masuk
Galeri Video
PETA JALAN 3D
Presensi Pamong
Arsip Artikel

228 Kali
Berkas Masuk Peserta Penjaringan dan Penyaringan Jagabaya
175 Kali
Penjaringan dan Penyaringan Pamong Jagabaya Kalurahan Tawangsari
75 Kali
Wujudkan Transparansi, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tawangsari Gelar RAT Tahun 2025
177 Kali
Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa 2026
1.039 Kali
Era Baru Tata Kelola Desa: PP Nomor 16 Tahun 2026 Resmi Berlaku, Kesejahteraan Perangkat Desa Jadi Sorotan
98 Kali
Duka Dua Provinsi: Ketika Aceh dan Sumatera Utara Diterjang Bencana Hidrometeorologi
82 Kali
Sultan Jogja Tegaskan Tidak Menjual Lahan untuk Proyek Tol
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 1,227 |
| Kemarin | : | 3,689 |
| Total | : | 173,733 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 192.168.64.23 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Kirim Komentar